Baiklah, ini dia kisah dracin pendek yang Anda minta: **Ia Tersenyum Saat Aku Menangis, Karena Itu Janji Kami Dulu** Kabut lavender menggantung di atas Kota Sungai Mimpi. Aroma lotus dan nostalgia menguar dari setiap sudut jalan, mengingatkanku pada sesuatu yang hilang, sesuatu yang *amat sangat* penting. Di kehidupan ini, aku bernama Mei Lan. Seorang pelukis istana yang lebih suka menyendiri. Tapi, bayangan masa lalu terus menghantuiku. Potongan-potongan mimpi tentang sutra merah, pedang perak, dan senyum yang *mengkhianati* berkelebat di benakku. Aku selalu merasa ada yang mengawasiku. Seorang pria berjubah hitam, matanya setajam elang. Setiap kali aku melukis, dia hadir dalam bayang-bayang. Awalnya aku takut, namun perlahan, ketakutan itu berubah menjadi *kerinduan*. Kerinduan aneh yang menusuk jantung. Suatu hari, Pangeran Zhan, putra mahkota yang tampan dan berkuasa, menawariku untuk melukis potret dirinya. Pangeran Zhan… wajahnya begitu familiar. Senyumnya, gerak tubuhnya… semuanya terasa seperti *deja vu* yang menyakitkan. Aku menolak dengan halus. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuatku tidak nyaman. Aku mulai menggali. Menyusuri perpustakaan kuno, mencari petunjuk tentang masa laluku. Sampai akhirnya, aku menemukan gulungan lontar tersembunyi. Di sana tertulis kisah Putri Lian, seorang wanita pemberani yang difitnah dan dikhianati oleh kekasihnya, Jenderal Zhao. Jenderal Zhao yang ambisius, yang menginginkan tahta. Jenderal Zhao yang... wajahnya *identik* dengan Pangeran Zhan! Ingatan itu datang seperti banjir bandang. Aku adalah Putri Lian. Pangeran Zhan adalah Jenderal Zhao, kekasihku, pengkhianatku. Kami membuat janji di bawah pohon sakura seribu tahun lalu: *Aku akan tersenyum saat kau menangis, karena itu bukti cintaku padamu, bahkan setelah kematian memisahkan kita*. Dia tersenyum saat aku dieksekusi. Dia *memenangkan* tahta, sementara aku kehilangan segalanya. Sekarang, dia menginginkanku melukis potret dirinya. Dia ingin *memilikiku* lagi. Tapi, kali ini, aku memiliki kekuatan untuk mengubah takdir. Aku menerima tawarannya. Aku melukis potretnya dengan cermat, menorehkan setiap detail wajahnya. Namun, di balik senyumnya yang menawan, aku menyisipkan simbol kutukan kuno. Kutukan yang akan membuatnya *kehilangan* apa yang paling berharga dalam hidupnya: kekuasaan. Lukisan itu menjadi *viral*. Semua orang terpesona dengan keindahannya. Pangeran Zhan begitu bangga. Namun, perlahan tapi pasti, kekuasaannya mulai runtuh. Intrik istana menghancurkannya. Orang-orang meninggalkannya. Dia menjadi bayangan dari dirinya sendiri. Di hari terakhirnya, aku mengunjunginya di penjara. Dia menatapku dengan tatapan kosong. "Kau... Putri Lian?" bisiknya lemah. Aku tersenyum. "Itu janji kita, Pangeran Zhan. Aku tersenyum saat kau menangis." Dia memejamkan mata. *Kalah*. Aku meninggalkan istana, menuju ke pohon sakura di tepi Sungai Mimpi. Di sana, aku membakar lukisan itu. Asapnya mengepul ke langit, membawa serta dendam seribu tahun. Aku memilih untuk melukis keindahan, bukan lagi kenangan pahit. Aku memilih untuk hidup, bukan lagi membalas dendam. Namun... mungkin, di kehidupan selanjutnya, kita akan bertemu lagi, Pangeran. Dan kali ini, janji kita akan... *berbeda*.
You Might Also Like: 0895403292432 Reseller Kosmetik Bisnis

Share on Facebook