Baiklah, inilah kisah dracin pendek berjudul 'Rahasia yang Menjadi Legenda' dalam bahasa Indonesia: **Rahasia yang Menjadi Legenda** Aroma *osmanthus* menguar lembut, mengingatkan Bai Lian pada sesuatu yang hilang. Ia berdiri di tepi Danau Bulan Sabit, airnya berkilauan bagai taburan bintang. Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, ia adalah pelukis istana yang namanya mulai dikenal di seluruh Kekaisaran Yan. Namun, di balik bakatnya yang mempesona, Bai Lian merasa ada kekosongan yang menganga, bayangan masa lalu yang tak mampu ia genggam. Mimpi aneh terus menghantuinya. Sosok wanita anggun bergaun phoenix merah, dikhianati dan dibunuh di malam pernikahannya. Wanita itu...terasa *begitu* dekat. Suatu hari, seorang pedagang keliling memberinya sebuah giok berbentuk kupu-kupu. Sentuhan giok itu bagai sentakan listrik. Kilasan-kilasan memori membanjirinya. Ia bukan hanya Bai Lian. Ia adalah Putri Ming Yue, pewaris takhta yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, Jenderal Zhao Yun, dan sahabatnya, Selir Mei Lan. Mereka merebut kekuasaan dan merenggut nyawanya. Kenyataan itu *memukul* Bai Lian dengan kekuatan dahsyat. Dendam membara dalam dadanya. Tapi ia bukan lagi Putri Ming Yue yang lugu dan penuh cinta. Ia adalah Bai Lian, pelukis yang memiliki pengaruh besar di istana. Jenderal Zhao Yun, kini seorang pangeran yang berkuasa, datang untuk dilukis olehnya. Tatapannya dipenuhi kekaguman, namun Bai Lian hanya melihat pengkhianatan. Ia melukisnya dengan *sempurna*, mengabadikan setiap garis wajahnya, setiap detail kekejaman yang tersembunyi di matanya. Lukisan itu akan menjadi hadiah untuk Kaisar, sebagai bukti kesetiaan Bai Lian. Namun, di balik kesempurnaan itu, terselip sebuah rahasia. Cat yang digunakan Bai Lian mengandung racun yang bereaksi perlahan. Bukan racun mematikan, tapi racun yang akan melemahkan tubuh, menggerogoti kekuatannya, dan membuatnya bergantung pada obat-obatan. Pangeran Zhao Yun akan hidup, tetapi hidup dalam penderitaan dan kelemahan, tidak mampu lagi memimpin atau berkuasa. Selir Mei Lan, kini permaisuri yang dipuja, memohon pada Bai Lian untuk melukis potretnya. Bai Lian menyanggupi. Ia melukisnya dengan keindahan yang memukau, menutupi kerutan dan kelelahan di wajahnya. Tapi di balik keindahan itu, ia menyisipkan simbol tersembunyi, kutukan yang akan membawa kesialan dan kesengsaraan bagi keturunannya. Balas dendam Bai Lian tidak berdarah, tidak brutal. Ia memilih jalan yang lebih halus, lebih *menyiksa*. Ia mengubah takdir mereka, merenggut kebahagiaan mereka, tanpa meninggalkan jejak yang mengarah padanya. Ia tahu, Putri Ming Yue bisa beristirahat dengan tenang. "Seribu tahun kemudian, di bawah rembulan yang sama, kita akan bertemu lagi, dan saat itu... _pilihan akan berbeda._"
You Might Also Like: 0895403292432 Agen Skincare Penghasilan
Share on Facebook