Ini Baru Drama! Cinta Yang Kembali Dalam Kenangan
Di tepi Danau Bulan Sabit, seratus tahun yang lalu, berdirilah sebuah paviliun. Di sana, Bai Lian, putri seorang jenderal, mengikat janji setia dengan Zhao Yunlong, seorang cendekiawan muda yang penuh mimpi. Janji yang terukir di bawah rembulan purnama, janji yang dikhianati oleh ambisi dan kekuasaan. Yunlong dituduh berkhianat, dijatuhi hukuman mati, dan Lian, terpaksa menikahi seorang pangeran demi menyelamatkan keluarganya.
Takdir kejam memisahkan mereka, namun sumpah abadi terukir dalam jiwa mereka.
Seratus tahun kemudian, di tengah hiruk pikuk kota Shanghai yang modern, seorang wanita bernama Lin Yi merasakan déjà vu yang aneh setiap kali melintasi jalanan tertentu. Bunga plum blossom yang mekar di musim dingin membuatnya sesak, aroma tinta kuno membangkitkan kenangan samar. Mimpi-mimpinya dipenuhi bayangan seorang pria dengan mata teduh dan senyum yang menyiratkan kesedihan mendalam.
Di sebuah galeri seni, ia bertemu Zhang Wei, seorang pelukis muda yang karyanya dipenuhi dengan lukisan danau, bulan, dan bunga plum. Tatapannya membuat Lin Yi terpaku. Mata itu, mata yang sangat familiar, mata yang telah lama hilang dari ingatannya, seolah memanggil jiwanya.
"Kita pernah bertemu, bukan?" tanya Zhang Wei, suaranya beresonansi dalam dirinya, seperti gema dari masa lalu yang terlupakan.
Hubungan mereka berkembang perlahan, diwarnai dengan perasaan aneh dan tarikan yang tak terhindarkan. Lin Yi menemukan dirinya tertarik pada sejarah dinasti kuno, sementara Zhang Wei terus-menerus melukis pemandangan yang terasa asing namun begitu nyata. Mereka berdua tidak tahu bahwa setiap pertemuan adalah potongan puzzle yang perlahan menyusun kembali masa lalu mereka yang tragis.
Melalui mimpi, lukisan, dan bisikan angin malam, fragmen kenangan masa lalu mulai bermunculan. Lin Yi mengingat tawa Bai Lian, kecintaannya pada puisi, dan rasa sakit pengkhianatan. Zhang Wei merasakan amarah Zhao Yunlong, ketidakadilan yang dialaminya, dan cintanya yang abadi pada Bai Lian.
Kebenaran pahit terungkap. Bai Lian, dalam kehidupan ini adalah Lin Yi, dan Zhao Yunlong, adalah Zhang Wei. Pangeran yang menikahi Bai Lian, adalah sosok licik yang memfitnah Zhao Yunlong demi merebut kekuasaan. Dialah yang bertanggung jawab atas kematian Yunlong, dan penderitaan Lian.
Lin Yi, atau Bai Lian di kehidupan sebelumnya, tidak dipenuhi amarah. Ia memandang Zhang Wei, atau Zhao Yunlong di kehidupan sebelumnya, dengan tatapan penuh pengampunan. Dendam tidak akan membawa mereka kemana-mana. Ia memilih untuk membalas dendam dengan cara yang lebih mendalam: dengan keheningan dan pengampunan yang menusuk. Ia memaafkan Pangeran (yang reinkarnasinya adalah seorang pengusaha kaya yang berpengaruh), membebaskan dirinya dan Zhang Wei dari belenggu masa lalu.
Di malam yang sunyi, di tepi Danau Bulan Sabit yang kini menjadi taman kota modern, Lin Yi dan Zhang Wei berdiri berdampingan. Bunga plum blossom berguguran, ditiup angin malam.
"Di kehidupan lain," bisik Zhang Wei, "maukah kau… menungguku?"
Lin Yi hanya tersenyum, air mata mengalir di pipinya. Jawaban yang tak terucapkan, sebuah janji bisu yang melintasi ruang dan waktu, seperti bisikan dari kehidupan sebelumnya: "…hingga akhir zaman, Yunlong…"
You Might Also Like: