TOP! Janji Yang Dibalut Darah Dan Air Mata
Kabut lavender menyelimuti desa terpencil itu, aroma melati pahit menusuk hidung setiap pagi. Lin Yue, gadis desa biasa, selalu merasa ada sesuatu yang hilang, potongan puzzle yang terus berputar di benaknya. Ia sering bermimpi tentang istana megah, gaun sutra merah darah, dan sebuah pengkhianatan yang menyakitkan.
Di kehidupan sebelumnya, Lin Yue adalah Putri Xian Ni, pewaris takhta Kerajaan Bulan Purnama. Ia mencintai Jenderal Zhao, pahlawan kerajaan yang gagah berani. Namun, di malam penobatannya, Zhao menikamnya dari belakang, merebut takhta untuk dirinya sendiri. Xian Ni meregang nyawa di lantai marmer yang dingin, darahnya membasahi gaun merahnya, sebuah janji terucap dalam napas terakhirnya: "Aku akan kembali."
Reinkarnasi memberinya kesempatan kedua. Di desa terpencil itu, Lin Yue mempelajari ramuan herbal dan teknik pengobatan kuno. Ia tidak lagi mengenakan sutra, tapi kain katun kasar. Namun, ingatan itu perlahan kembali, seperti tetesan air yang mengisi wadah kosong. Wajah Zhao muncul dalam mimpinya, senyumnya yang dulu ia puja, kini terasa menjijikkan.
Suatu hari, seorang pedagang kaya datang ke desa. Wajahnya familiar. Zhao. Bukan jenderal, tapi pengusaha sukses yang bergelimang harta. Ia tidak mengenalinya, tapi Lin Yue mengenalnya dengan baik.
Balas dendam Lin Yue tidak berlumuran darah. Ia tidak meracuni makanannya atau mengirim pembunuh bayaran. Ia menggunakan pengetahuannya tentang ramuan herbal. Ia membuat ramuan yang membuatnya awet muda, tergantung padanya untuk menjaga vitalitasnya.
Zhao, yang sombong dan percaya diri, tanpa curiga membeli ramuan itu. Ia tidak tahu bahwa setiap tetesnya adalah jebakan yang elegan. Lin Yue mengendalikan kesehatannya, mengendalikan hidupnya. Ia membuat Zhao hidup lama, menyaksikan kerajaannya, kerajaan bisnisnya, runtuh perlahan. Ia membiarkannya hidup dalam penyesalan dan kelemahan, tahu bahwa kekuatan terbesarnya telah diambil oleh gadis desa biasa yang dulu adalah seorang putri.
Di usia senjanya, Zhao akhirnya ingat. Ia menatap Lin Yue dengan mata ketakutan. "Xian Ni... kau..."
Lin Yue tersenyum dingin. "Janji sudah ditepati."
Ia kemudian meninggalkan desa, menyusuri jalan setapak yang berdebu, meninggalkan Zhao yang merana dalam kekalahan abadi.
Mungkin, di kehidupan selanjutnya, kita akan bertemu lagi, dan cerita kita akan dimulai dari awal... lagi.
You Might Also Like: 5 Rahasia Interpretasi Mimpi Membunuh